Dear Tuan Pelukis Langit,
Sore ini kanvasmu begitu jingga. Pipinya merona begitu merah. Apa ia sedang jatuh cinta? Kau memang begitu tahu dan mengerti suasana hatiku. Kau melukis langit seakan kau bisa melihat perasaanku.
Tapi Tuan Pelukis Langit, malam ini sepertinya kau tengah marah. Ada apa? Gemuruh langit begitu berisik. Seperti ada pasukan-pasukan langit yang berperang di atas sana. Bahkan ada cahaya kamera dari langit. Silau dan berisik. Tuan Pelukis Langit, jangan marah dan cemburu, karena hari ini kanvasmu kalah indah dari matanya sore ini. :)