Aku rasanya ingin menepi..
Kepada apapun itu yang membuatku pergi
Trotoar jalan, atau ombak yang menarik
Rasanya cinta ini rumit
Tampak labirin yang halangi
Gagak hitam halangiku tuk merengkuhnya kembali.
Aku dan kau
Bagai angin dan awan
Jika kau berhenti meniupku,
Rasanya berat dan ingin menangis.
Hanya darah yang mengalir dari telapak kaki
Yang dapat menjadi peta,
Saat ku terlihat memudar.
Kau cari aku, setelah aku luka
Kau tak bisa dapatkan aku,
Jika tak ada bayangan atau apapun yang membuatku indah
Jeritan memanggilmu,
Di saat itu kau baru tahu aku di sini.
Aku tahu aku akan musnah.
Aku akan memudar
Dan aku akan berlari,
Meski ku minta seluruh ragaku berhenti bergerak
Karna aku tahu,
Kau takkan mencariku jika tak pernah aku minta


Saya terkesima dan takjub dengan karya-karya dari Tante Dee. Hehehe :D *Nggak marah kok slama ini teman saya nyebut saya dengan sebutan, Dee atau Didi ^^*. Pertama kali tahu Dee, dari lagu yang dia bawakan yaitu ‘Malaikat Juga Tahu’. Saya suka lagu itu dan cocok buat saya. Lalu saya semakin kenal dari film baru yang tagi ng-trend ‘Perahu Kertas’, yang kata-kata dan makna dalam film itu daleem banget! Apalagi soundtrack dari filmnya yang berjudul Perahu Kertas juga, yang di ciptakan sama Dee. Setelah itu baru tahu kalo ternyata Dee adalah penulis terkenal di Indonesia dan ternyata memiliki novel Supernova yang berjudul ‘Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh’, ‘Akar’, ‘Petir’ dan juga ‘Partikel’. Naah.. Sekarang saya mau post syair-syair di ke-empat novel itu. And.. This is it! \(^0^)/
Akar :

Engkaulah gulita yang memupuskan segala batasan dan alasan
Engkaulah penunjuk jalan menuju palung kekosongan dalam
samudera  terkelam
Engkaulah sayap tanpa tepi yang membentang menuju tempat
tak bernama, tetapi terasa ada

Ajarkan aku
Melebur dalam gelap tanpa harus lenyap
Merengkuh rasa takut tanpa perlu surut
Bangun dari ilusi, tetapi tak memilih pergi

Tunggu aku
Yang hanya selangkah dari bibir jurangmu






Kesatria, Putri, & Bintang Jatuh

Engkaulah getar pertama yang meruntuhkan gerbang tak
berujungku mengenal hidup.
Engkaulah tetes embun pertama yang menyesatkan dahagaku
dalam cinta tak bermuara
Engkaulah  matahari Firdausku yang menyinari kata pertama
di cakrawala aksara

Kau hadir dengan ketiadaan. Sederhana dalam
ketidakmengertian
Gerakmu tiada pasti. Namun, aku terus di sini.
Mencintaimu.

Entah kenapa.





 Petir

Engkaulah kilatan cahaya yang menyapulenyapkan segala jejak
dan bayang
Engkaulah bentangan sinar yang menjembatani jurang
antara duka mencinta dan bahagia terdera
Engkaulah terang yang kudekap dalam gelap saat bumi
bersiap diri untuk selamanya lelap

Andai kau sadar arti pelitamu
Andai kau lihat hitamnya sepi di balik punggungmu

Tak akan kau sayatkan luka demi menggarisi jarakmu
dengan aku

Karena kita Satu

Andai kau tahu



 Partikel

Engkaulah keheningan yang hadir sebelum segala suara
Engkaulah lengang tempatku berpulang

Bunyimu adalah senyapmu
Tarianmu adalah gemingmu

Pada bisumu, bermuara segala jawaban
Dalam hadirmu, keabadian sayup mengecup

Saput batinku meluruh
Tatapmu sekilas dan sungguh
Bersama engkau, aku hanya kepala tanpa rencana
Telanjang tanpa kata-kata

Cuma kini
Tinggal sunyi

Dan, waktu perlahan mati



Diberdayakan oleh Blogger.

INSECURITIES

"Dear insecurity.. When you gonna take your hands off me? When you ever gonna let me be just the way I am? Dear insecury.. I h...