I just found these words from "somewhere"
"Aku menemukannya.." kalimat ini selalu saja bergantung di kepalaku setiap bertemu denganmu.
Suatu keajaiban, aku hanya memilih satu di antara milyaran manusia, lalu aku ingin bersamanya selamanya.
Aku tahu Tuhan tidak membuatmu lahir dari rahim ibumu dan membuatmu bertemu denganku 18 tahun kemudian secara acak.
Entah di suatu waktu sebelumnya kita pernah bertemu, tapi kita tak menyadarinya.
Aku yakin sekali semua cerita ini tidak ada kata 'kebetulan'.
Mungkin saja setiap keputusan yang aku buat selama hidupku ini ternyata membawaku kepadamu.
Kalau saja hari itu aku tidak bangun lebih pagi, mungkin kita tidak akan bertemu.
Kalau saja hari itu aku tak memilih jalan belok ke kiri, mungkin kita tidak akan bertemu.
Kalau saja aku jalan lebih lambat waktu itu, mungkin kita tidak akan bertemu.
Kalau saja perkataanku saat itu berbeda dari yang telah aku katakan, mungkin kita tidak akan bertemu.
Kalau saja mimpiku berubah akan masa depan, mungkin kita tidak akan bertemu.
Aku penasaran, kejadian apa yang selanjutnya Tuhan catatkan untukku.
Aku ingin namamu selalu ada di sana, sampai kapan pun..
Barangkali kabarmu tersapu angin sore
Kala itu aku sedang tak berada di beranda rumah
Aku sibuk merapikan sisa-sisa bajumu yang kau tinggalkan
Juga sibuk meyakinkan diri bahwa aku sedang tidak sendiri
Ada engkau yang selalu kucari-cari
Mungkin engkau ada di belahan bumi lain
Aku yakin
Engkau akan segera sampai
Sambil membawa kembali rindu yang selalu ku kirimkan
Jika kau tak kembali
Pastikan padaku
Engkau ada namun tak sempat bertemu
Dua hari yang lalu mungkin terakhir kali mataku memantulkan wajahmu yang sendu
Andai aku tahu
Aku tak ingin berkedip sedetik pun
Aku tak ingin patah hati meski kau tak sengaja menyakitiku
Ku sesap kopi sambil berdoa
Semoga jantungku tahan dengan cinta
Tak hanya aku yang sendiri
Buku harian coklat ini juga menunggu dibuka
Siap menyambut cerita yang akan dibacakan
Andai sepi secepat kopi yang semakin dingin
Andai sepi berhenti begitu kutengguk isi gelas ini
Cerita secangkir kopi lebih berarti
Adakah rindu yang merambat di sisi cerita ini?
Ku tunggu kau hampir 2 jam dikalikan 4.380 jam
Kakek tua yang biasa menyapa di pinggir jalan sana saja sudah melupakanmu
Untung saja ada foto dalam buku harian ini
Yang terus mengingat wajahmu dan merambatnya ke sel otakku
Atau tidak mungkin aku akan lupa
Mungkin aku akan segera hilang ingatan
Yang ku ingat hanya sesosok manusia yang dulu pernah bahagia
Yang tersenyum lalu meneduhkanku
Ku ingat hari itu kita sama-sama menunggu hujan
Di depan kedai kopi ini
Kala itu aku berdoa agar hujan tak segera berhenti
Rasanya saat itu aku langsung jatuh cinta dengan hujan
Begitupun dengan sosok di sampingku kala itu
Aku ingin rasanya 1 menit bukan 60 detik
Aku ingin perhitungan itu salah
Tapi kala itu ku temukan rumus yang membuat waktu bisa berhenti
Meski sejenak rasanya aku jadi penemu
Tapi hanya aku saja yang dapat berdimensi dengan rumus itu
Begitu banyak hal yang mengingatkanku tentangmu
Seperti aroma kopi ini
Yang ku harap aroma ini ada di halaman belakang rumah
Saat itu aku ada bersamamu menyeruput kopi dengan roti tawar
Belum sejauh itu
Masih banyak hal yang ingin kubicarakan denganmu
Bukan pembicaraan yang serius
Cukup kalimat sederhana seperti bagaimana kabarmu
Ingin kutanya, esok jika kita bertemu
Ku ingin lihat adakah rindu dari bola matamu.
Bersamamu, di langit yang sama. Hanya ini yang tak berubah, meski waktu berlanjut-lanjut lamanya. Bersama kamu, aku bahagia. Meski sesekali tak kutemui dirimu yang kumau. Setidaknya kita masih bersama di langit yang sama, di atap yang sama, di kubah yang sama. Aku tak tahu apa yang harus aku perbuat. Karna dengan kamu selalu di sini, aku tak khawatir lagi. Aku bahagia kamu terlahir di masa yang sama denganku. Terlahir dan hidup juga di duniaku. Langit ini selalu bersama kita. Karna hanya langit yang selalu sama. Kanvas luas yang selalu Tuhan Pelukis Langit gambarkan untukku, untukmu, dan kita. Tapi aku tak tahu misteri apa yang terkisah di bola matamu. Tak dapat tersurat dan tersirat. Tak dapat ku baca seperti langit yang selalu bermaknakan hidupku yang luas. Kamu bisa miliki duniamu sendiri. Langitmu sendiri. Meski kau lupa bahwa ini langit kita bersama, dari Tuhan Pelukis Langit kita. Engkau tak tahu arti hadirku. Hanya langit, yang kita tatap bersama.
INSECURITIES
"Dear insecurity.. When you gonna take your hands off me? When you ever gonna let me be just the way I am? Dear insecury.. I h...




