Mungkin cintaku belum sempurna
Atau paras dan nadaku yang tersumbat oleh jaring kehidupan
Mungkin juga caraku yang lama dan rahasia
Aku hanya ingin menanti
Di dinginnya halte keraguan yang seakan jadi gerbang
Dan melihat cinta yang dapat merelakan apa saja
Bencinya diriku seakan terdera dengan cinta yang masih sebuah tunas!
Aku tak perduli ia tumbuh apa tidak
Tak peduli mengakar sedalam apa.
Puing-puing masa lalu itu masih tertanam
Meski hanya sebatas bayangan.




Bersamamu, di langit yang sama. Hanya ini yang tak berubah, meski waktu berlanjut-lanjut lamanya. Bersama kamu, aku bahagia. Meski sesekali tak kutemui dirimu yang kumau. Setidaknya kita masih bersama di langit yang sama, di atap yang sama, di kubah yang sama. Aku tak tahu apa yang harus aku perbuat. Karna dengan kamu selalu di sini, aku tak khawatir lagi. Aku bahagia kamu terlahir di masa yang sama denganku. Terlahir dan hidup juga di duniaku. Langit ini selalu bersama kita. Karna hanya langit yang selalu sama. Kanvas luas yang selalu Tuhan Pelukis Langit gambarkan untukku, untukmu, dan kita. Tapi aku tak tahu misteri apa yang terkisah di bola matamu. Tak dapat tersurat dan tersirat. Tak dapat ku baca seperti langit yang selalu bermaknakan hidupku yang luas. Kamu bisa miliki duniamu sendiri. Langitmu sendiri. Meski kau lupa bahwa ini langit kita bersama, dari Tuhan Pelukis Langit kita. Engkau tak tahu arti hadirku. Hanya langit, yang kita tatap bersama.


Diberdayakan oleh Blogger.

INSECURITIES

"Dear insecurity.. When you gonna take your hands off me? When you ever gonna let me be just the way I am? Dear insecury.. I h...