Aku kira aku adalah poros dunia.
Aku kira orang-orang tercipta hanya untukku,
memberikan yang terbaik untukku.
Itu dulu, ketika aku masihlah bocah ingusan yang tak mengerti apa-apa.
Tak mengerti apa artinya kesepian.
Sekarang, hal-hal yang kubutuhkan sudah jelas.
 Aku hanya tak ingin sendiri.
Rasanya aku ingin bertemu diriku yang dulu ketika masih anak-anak.
Aku ingin katakan padanya bahwa dirinya sangat beruntung.
Aku ingin kembali menjadi sepertinya.
Aku tak pernah sendiri.
Orang-orang selalu ada jika aku memanggil mereka.
Orang-orang akan mengusap air mataku ketika aku kesakitan.
Orang-orang akan bergantian menemaniku agar aku tak sedih sendirian.
Tapi kini aku tak bisa kembali.
Ketika kulihat orang-orang disekitarku, mereka baik-baik saja tanpaku.
Dunia tetaplah sama tanpa diriku.
Mereka selalu berpikir bahwa aku baik-baik saja karna aku dewasa.
Tapi ingin kukatakan pada diriku yang dulu, menjadi dewasa bukan berarti tak akan menangis lagi.
Justru ketika ia menangis, rasa sakit itu benar-benar sakit.
Karna rasa sakit yang ia keluarkan saat menangis adalah rasa sakit yang telah tertahan beberapa waktu setelah memikirkan banyak hal.
Akhir-akhir ini aku menangis karna kesepian itu.
Rasa sakit yang benar-benar sakit adalah ketika kau menghadapinya dengan sendiri.
Karna itu, aku menangis karna aku merasa sepi.
Rasa sepi yang hanya kau saja rasakan dan tak bisa kau ungkapkan dengan orang lain.


Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

INSECURITIES

"Dear insecurity.. When you gonna take your hands off me? When you ever gonna let me be just the way I am? Dear insecury.. I h...